Pentingnya “Meaningfull Learning” Dalam Proses Pembelajaran.

Pentingnya “Meaningfull Learning” dalam proses pembelajaran.

 

Oleh Shinta Dewi Anggraini, S.Si, Gr

Guru SMPIT Insan Kamil Sidoarjo

 

Bapak dan Ibu guru yang saya hormati ,… masih ingatkan dengan pelajaran yang disampaikan guru IPA kita semasa kelas 4 SD dulu?

Bagi saya pribadi, yang paling cepat  saya ingat adalah, gurunya besar, galak, dan suka melototi muridnya, termasuk saya sendiri.  Persis sekali dengan Cik Gu Besar di serial Upin dan Ipin, hanya saja beliau tidak berkaca mata.

Sedangkan materi pelajarannya, butuh waktu lama bagi saya untuk mengingatnya kembali.

Bagaimana dengan pengalaman Bapah dan Ibu semasa sekolah dulu, apa yang paling diingat?

 

Mengapa hal ini bisa terjadi, padahal saya yakin bahwa Bapak dan Ibu guru kita, sudah susah payah untuk menanamkan pengetahuan kepada anak didiknya. Mulai dari mempersiapkan RPP (lesson plan), alat peraga, lembar tugas, dan lain lain. Hingga terkadang kenakalan para siswanya, membuatnya emosi, sehingga terpaksa menghukum dan memarahi siswanya. Namun saya yakin hal itu bertujuan agar para siswa menjadi pandai dan memiliki masa depan yang cerah.

 

Dalam memori jangka pendek, mungkin materi pelajaran akan dapat diingat oleh siswa, dan dapat dijadikan bahan untuk mendapatkan nilai 100 dalam ulangannya. Namun dalam jangan panjang, apakah yang diingat oleh para siswa.

 

Dari masalah inilah, kita akan berbicara tentang pentingnya ‘meaningfull learning’ atau pembelajaran bermakna dalam proses pembelajaran di sekolah.

 

Siswa tidak hanya membutuhkan pengetahuan yang banyak di bangku sekolah, namun untuk bekal hidupnya di masa yang akan datang, siswa membutuhkan pemaknaan dari pengetahuan yang sudah dia pelajari. Tak sebatas hanya untuk lulus ujian, lulus SNMPTN, namun perlu  pemaknaan dari belajar itu. Mengapa siswa harus mengetahui hal ini, untuk apa pengetahuan ini dipelajari, apa hikmah setelah mempelajari hal ini, digunakan apa pengetahuan ini di masa depan nanti.

Nilai moral, hikmah, manfaat, dan nasehat, harus selalu ada dalam proses pembelajaran. Meaningfull learning ini, dapat disampaikan di awal, di tengah, di akhir, ataupun ketika bertemu siswa di tempat lain di luar sekolah.

Salah satu contoh, meaningfull learning yang pernah saya rasakan. Seorang Guru Biologi SMP, beliau bernama Pak Sulkhan. (semoga Allah memberkahinya). Menyampaikan materi pelajaran,selama 90 menit. Di awal pelajaran beliau bercerita,

anak-anakku, Bapak berdiri di depan kalian, bukan berarti bapak ini sudah pandai, dan lebih tau dari kalian. Bapak berdiri disini karena Bapak lahir lebih dahulu, sehingga Bapak memiliki kesempatan belajar dahulu. Jika kalian lahir lebih dahulu, bisa jadi kalianlah yang berdiri disini dan Bapak yang duduk di bangku kalian”.

Pesan yang syarat akan makna. Pesan itu masih saya ingat jelas sampai sekarang, walaupun sudah hampir genap 30 tahun yang lalu nasehat itu disampaikan. Pesan yang menandakan bahwa semua orang memiliki kesempatan untuk pandai. Tidak terbatas akan usia. Semua orang memiliki kesempatan untuk sukses dan meraih impiannya.

Dengan nasehat inilah, membuat saya semakin semangat untuk belajar. Menjadi spirit saya, hingga dapat masuk SMA terbaik di kota saya, Institute terbaik di Indonesia, dan profesi terbaik untuk saya.

Pengalaman ini, memaksa agar selalu bisa memberikan nasihat di dalam setiap melakukan kegiatan belajar mengajar. Satu contoh, ketika kami mempelajari atom. Setiap materi atau benda, baik yang hidup ataupun yang mati terdiri atas atom. Sudah kita ketahui bahwa elektron mengelilingi inti atom. Pernahkan kita perhatikan, bagaimana cara elektron bergerak mengelilinginya. Perhatikan pula bagaimana cara muslim beribadah di Baitullah saat pelaksanaan ibadah haji. Begitulah makhluk Allah beribadah. Semuanya bertasbih dan beribadah kepada Sang Pencipta.


Saya ingin menyampaikan kepada anak didik saya, bahwa semua yang ada di bumi ini, tunduk dan patuh kepada Allah. Setiap makhluk memiliki cara sendiri untuk beribadah dan bertasbih kepada Sang Khalik. Hanya saja manusia tidak dapat mendengarkannya.

Pembelajaran di kelas tidak hanya sebatas bertemu tatap muka selama jam pelajaran. Pembelajaran di sekolah menjadi pesan jangka panjang untuk para siswa kita. Mari kita sampaikan nilai-nilai makna dalam setiap pertemuan kita dengan anak didik kita. Jangan biarkan, pertemaun kita dengan anak-anak kita berlalu begitu saja tanpa makna.

Semoga hal ini akan menjadi amal jariyah kita, dan tidak akan pernah putus meskipun tutup usia.

 

 Juli 2020


Komentar

  1. Bagus sekali, sangat inspiratif.

    Pertanyaan menariknya adalah bagaimana menyampaikan makna dalam setiap pelajaran?

    Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih sebelumnya atas bimbingannya

      cara menyampaikan makna diawali dengan memahami secara keseluruhan materi pelajaran. setiap guru harus mengetahui secara menyeluruh apa yang akan disampaikan kepada siswanya.

      dari sini akan diperoleh kesimpulan apakah materi ini penting dan bermanfaat untuk dipelajari. atau materi itu hanya sia-sia saja dan sudah tidak berlaku di jaman sekarang.

      lebih baik belajar sedikit, namun paham dan mendalam, serta mengetahui aplikasinya untuk kehidupannya mendatang, dibandingkan belajar banyak, namun tidak mendalam, hanya permukaannya saja, sehingga tidak mengetahui untuk apa nantinya ilmu ini dipelajari.

      guru bisa menyampaikan makna pelajaran di awal pertemuan materi baru yang akan dipelajari, dan dapat menyelipkan nilai-nilai moral disetiap pertemuan.

      demikian yang dapat saya jelaskan. wallahu'alam bishshowab.

      mohon bimbinganya selalu

      Hapus

Posting Komentar